Situs blog

Gambar dari SAMY ARKANANTA RACHMAT
oleh SAMY ARKANANTA RACHMAT - Sabtu, 19 November 2022, 14:30
Siapa pun di dunia

Nama  :  Samy Arkananta Rachmat

NIM       :  1102223203

Kelas    :  EL- 46 - 04


1. SGDs Telkom University

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 Tujuan dan 169 Target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Menurut saya Telkom University sudah melakukan sebagai mestinya. Lingkungan dan fasilitas yang sehat dan bagus, sudah sesuai dengan poin - poin yang dicantumkan. Hal ini juga membantu Telkom University bisa mencapai tujuan - tujuan yang dicantumkan di SGDs Telkom University.


2. Kebhinekaan di Telkom University

Di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, Telkom University juga terus mengambil peran sebagai Perguruan Tinggi yang  terus berkomitmen dalam merawat kebhinnekaan, keberagaman dan kemajemukan. Pelaksanaan penanaman nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika di Telkom University dilaksanakan melalui hal-hal kecil yang mempunyai arti besar seperti mengutamakan musyawarah, tolong-menolong, menghargai perbedaan, dan menyadari bahwa kita semua adalah satu Indonesia. “Berbeda tetapi tetap satu jua” merupakan arti dari kebhinekaan. Menurut saya Telkom University sudah mempunyai nilai kebhinekaan yang sangat baik. Karena Telkom University menerima berbagai macam mahasiswa dari luar daerahnya. Seperti di kampus memang sangat banyak mahasiswa yang berasal dari luar daerah. Hal ini membuktikan bahwa Telkom University memiliki kebhinekaan yang sangat tinggi.


3. Gerakan Lingkungan di Telkom University

Perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam pengembangan sumber daya dan teknologi. Untuk mencapai world class campus perguruan tinggi juga perlu mempertimbangkan kampus ramah lingkungan atau eco-campus. Dengan kurikulum yang komprehensif, mahasiswa akan belajar melalui simulasi, eksperimen, dan prototyping teknik energi berbasis komputer. Mahasiswa akan belajar manajemen sumber daya pengolahan bahan baku, pembangkit listrik, efisiensi energi, dan konservasi. Siswa akan terlibat dalam proyek eksperimental dari skala percontohan hingga skala industri dan dilengkapi dengan kewirausahaan teknik melalui kursus manajemen energi dan uji coba pra-komersial. Menurut saya Telkom University sudah menerapkan hal hal tersebut. Seperti banyaknya tumbuhan di sekitaran Telkom University. Apalagi Telkom university sudah mendapatkan pemeringkatan Universitas Indonesia Green Metric (UIGM), Telkom University menempati peringkat ke-9 di Indonesia dan peringkat ke 123 dunia sebagai kampus hijau di tahun 2020. Penghargaan tersebut sangatlah bagus dan membuktikan bahwa Telkom University sudah menerapkan gerakan lingkungan.


4. Renewable energy di Telkom University

Renewble energy merupakan energi yang berasal dari alamiah seperti Sinar matahari, angin, geothermal, hydropower, surya dan biomasa yang memiliki tujuan menjaga kestabilan suhu bumi sehingga dapat mencegah perubahan iklim dan mampu meningkatkan ketahanan energi. Menurut saya Telkom University telah melakukan dengan baik. Karena telah menciptakan inovasi baru dan memanfaatkan energy salah satunya listrik, dengan contoh Pembangkit listrik tenaga surya, Pembangkit listrik tenaga angin dan Pembangkit listrik tenaga sampah.


5. Pengaturan penggunaaa kendaraan bermotor di Telkom University

Menurut saya pengaturan kendaraan bermotor di Telkom University sudah cukup baik. Satpam yang cukup tegas untuk menertibkan para pengguna kendaraan bermotor. Juga bertujuan untuk keselamatan dan kedisiplinan kita dalam kendaraan. Namun ada hal - hal yang menurut saya cukup memprihatinkan, seperti jalanan yang rusak dan berlubang. Hal ini sangat membahayakan kita dan juga merusak kendaraan kita. Hal ini mungkin terlihat kecil bagi pejalan kaki, namun tidak buat mahasiswa yang menggunakan kendaraan bermotor. Kerusakaan pada kendaraan membutuhkan biaya yang cukup mahal. Apalagi berdasarkan pengalaman saya, saat saya bersama keluarga sedang keliling di sekitar Telkom University. Mobil terjadi kerusakan yang cukup parah dikarenakan lubang dan rusaknya jalan yang sangat parah. Saran saya Telkom University lebih memerhatikan jalanan yang rusak, dengan mengaspal lagi dengan kualitas yang bagus. Juga Telkom University lebih menertibkan peratutan tidak hanya ke mahasiswa, tapi ke semua pengguna kendaraan yang memasuki area Telkom University.

[ Mengubah: Sabtu, 19 November 2022, 14:38 ]
 
Gambar dari ANGELINE KANYA CALISTA WANDICHA
oleh ANGELINE KANYA CALISTA WANDICHA - Sabtu, 19 November 2022, 13:43
Siapa pun di dunia

Angeline Kanya Calista W

1102223069

EL-46-04

 

Telkom University adalah salah satu PTS yang ada di Indonesia dan merupakan salah satu PTS yang berhasil menduduki 10 besar Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia. Sebelum ini perkenalkan nama saya Angeline Kanya Calista Wandicha salah satu mahasiswa baru Telkom University, berikut merupakan pengamatan saya terhadap beberapa hal selama berkuliah di Telkom University:

1.      SDGs di Telkom University

            Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan aksi global yang disetujui oleh pemimpin dunia salah satunya adalah Indonesia, untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, dan melindungi lingkungan. Dikutip dari laman resmi milik Telkom University https://sdgs.telkomuniversity.ac.id/ terdapat 17 konsen dalam SDGs. Berdasarkan 17 komponen SDGs Telkom University sudah banyak mencapai hal tersebut, namun, ada 1 hal yang menurut saya belum tercapai yaitu tanpa kemiskinan dan tanpa kelaparan. Menurut saya kedua hal tersebut berkesinambungan mengingat harga makanan di kantin masih terbilang cukup mahal, sehingga terkadang mahasiswa lebih memilih menahan lapar dikarenakan kemungkinan uang bulanan yang sudah menipis. Saran saya dengan harga yang sudah ditetapkan mungkin bisa diperbanyak porsinya atau harga makanan atau minuman dapat diturunkan.

2.      Kebhinekaan di Telkom University

            Mahasiswa Telkom University berasal dari berbagai macam daerah, tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tetapi ada yang berasal dari Negara lain juga contohnya ada mahasiswa yang berasal dari Timor Leste. Tidak hanya beragam dari daerah saja, tetapi juga berbagai macam agama menyatu di Telkom University. Menurut saya Telkom University sudah sangat baik dalam menyatukan dan memfasilitasi berbagai perbedaan yang ada. Berbagai komunitas dan UKM kedaerahan maupun agama disediakan oleh Telkom University.

3.      Gerakan Lingkungan di Telkom University

Gerakan lingkungan di Telkom University sangat banyak mulai dari Green Campus sampai pada penemuan-penemuan atau penelitian untuk mengurangi emisi di lingkunagn kampus. Berdasarkan pemeringkatan Universitas Indonesia Green Metric (UIGM), Telkom University menempati peringkat ke-9 di Indonesia dan peringkat ke 123 dunia sebagai kampus hijau di tahun 2020. Penghargaan tersebut sangatlah bagus dan menurut saya ini merupakan gerakan yang sangat bagus, karena dapat saya akui lingkungan kampus lebih banyak terasa adem dan sejuk karena banyaknya pepohonan. Tetapi ada 1 hal yang disayangkan menurut saya, kurangnya tempat sampah diarea kampus, dengan luas kampus yang sangat besar. Saran saya pihak kampus dapat menambah tempat sampah di beberapa titik kampus.

4.      Renewable Energy di Telkom University

Renewable Energy (Energi Terbarukan) adalah energi yang berasal dari sumber-sumber alamiah seperti sinar matahari, angin, hujan, geothermal dan biomassa. Dalam bidang ini Telkom University sudah melakukan penelitian dan penemuan terhadap bidang ini. Ada beberapa sumur-sumur resapan buatan yang digunakan untuk penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan yang telah dilakukan oleh Telkom University.

 

5.      Pengaturan Penggunaan Kendaraan Bermotor di Telkom University

            Pengaturan Penggunaan Kendaraan Bermotor di lingkungan kampus menurut saya sudah sangat baik, karena Telkom University telah menyediakan tempat parkir motor yang luas dan cukup. Motor tidak dapat beredar sembarangan sehingga menjaga dan mengurangi emisi dalam lingkungan kampus. Namun, sedikit disayangkan karena tempat parkir motor banyak lubang dan sudah tidak bagus lagi tempatnya, seharusnya pihak kampus dapat membetulkan parkiran motor sehingga lebih nyaman untuk digunakan. Tetapi, dalam aturan penggunaan motor menurut saya sudah baik.


 
Siapa pun di dunia

ARTIKEL

PENGGUNAAN RENEWABLE ENERGY UNTUK KEMAJUAN NEGERI

 

BIDANG KEGIATAN:

Artikel Tertulis

Disusun Oleh:

-Komang Sadhu Mahaputra (1102223256)

EL-46-06

 

 

TELKOM UNIVERSITY

BANDUNG

2022

 

Abstract

KTT-G20 yang berlangsung dalam dua hari di tanah ibu pertiwi telah berakhir dimana terdapat tiga pokok utama yang dibawa indonesia ke forum konferensi tingkat tinggi yaitu dimana salah satunya transisi energi guna menjadikan masa depan yang berkelanjutan dan menangani perubahan iklim ekstrem secara nyata, Presidensi Indonesia mendorong transisi energi menuju energi baru dan terbarukan dengan mengedepankan keamanan energi, kebersihan dan keterjangkauan.

Dengan mengajak negara negara anggota g20 lainnya untuk mempercepat transisi energi diharapkan mampu mengurangi emisi dan polusi yang telah dihasilkan, Optimalisasi penggunaan energi baru terbarukan juga merupakan adalah sebuah keniscayaan yang tidak boleh ditunda. Beralih menggunakan energi baru terbarukan dapat menjaga kestabilan suhu bumi sehingga mencegah terjadinya perubahan iklim.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renewable Energy

Pengertian Renewable Energy (Energi terbarukan) merupakan suatu energi yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui dengan sendirinya secara alami dan berkelanjutan. mudahnya adalah, Bahasa mudahnya jenis energi yang dapat di isi secara terus menerus secara otomatis oleh proses alam.Dari pengertian yang telah dipaparkan diatas kita sekarang menjadi paham terkait energi terbarukan Energy ini tidak akan habis karena proses alam yang membuatnya selalu ada dan menghasilkan pasokan melimpah secara ilmiah,sebelum lanjut ke pembahasan selanjutnya saya akan menjelaskan karakteristik dari Renewable Energy:  

·         Mengalami siklus

·         Banyak ditemukan di alam

·         Tidak membahayakan segala aspek kehidupan

Dari karakteristik diatas mengenai renewable energy dapat diketahui apa saja contoh dari energi terbarukan,berikut contohnya beserta cara pengimplementasiannya:

1. Energi air

Pemanfaatan air sebagai sumber energi terbarukan sudah lama dikenal dan beberapa negara bagian sudah dari dulu menggunakannya. Dengan jumlahnya yang melimpah,proses mengubah energi air pun menjadi energi listrik terbilang cukup mudah, yakni dengan membuat sebuah kincir air yang kemudian ditempatkan pada daerah aliran air yang mempunyai arus kencang. Dari putaran kincir air tersebut menghasilkan energi kinetik yang kemudian digunakan untuk memutar generator,sehingga menghasilkan listrik.

2. Energi surya

Energi surya merupakan energi yang bersumber dari sinar matahari. Selain membantu tumbuhan dalam melakukan proses fotosintesis, ternyata sinar matahari juga memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan manusia yaitu sebagai salah satu alternatif pembangkit listrik. Untuk mengubah energi surya menjadi energi listrik dibutuhkan panel surya yang berfungsi sebagai perantara yang menyerap sinar matahari, kemudian dikonversi menjadi energi listrik.

3. Energi angin

Angin merupakan udara yang bergerak dari wilayah yang memiliki tekanan udara tinggi ke wilayah tekanan udara rendah. Dengan sifat angin tersebut, sangat memungkinkan bila angin juga dimanfaatkan sebagai sumber energi. Prinsip pemanfaatannya untuk menghasilkan energi sama dengan energi air, yakni dengan membuat kincir angin pada daerah yang memiliki arus angin yang besar . kemudian, putaran kincir angin diteruskan untuk memutar generator  menghasilkan energi listrik.

 

 

4.Bio energi

Bio energi merupakan sumber energi yang berasal dari makhluk hidup maupun material organik, seperti kayu, rumput, kotoran hewan, limbah pertanian atau yang dikenal dengan istilah biomassa. Untuk memanfaatkan material-material menjadi sumber energi, ada yang bisa dilakukan secara langsung dan ada juga yang harus melalui serangkaian proses.

5. Energi panas bumi

Panas bumi merupakan energi panas yang berasal dari dalam bumi. Untuk pemanfaatan energi panas bumi, umunya dilakukan dengan membuat galian hingga kedalaman tertentu sehingga mencapai titik panas bumi. Kemudian energi panas tersebut dialirkan untuk menggerakkan turbin. Gerakan dari turbin tersebut kemudian dimanfaatkan untuk memutar generator.

Begitu banyaknya energi disekitar kita yang mampu dimanfaatkan sebagai salah satu bahan penghasil energi listrik dan pengganti energi yang tidak bisa diperbaharui,pengimplementasian dari Renewable energy sangat perlu dilakukan mengingat Emisi karbon yang dihasilkan saat proses pembakaran minyak, batu bara, dan gas hal tersebut akan menjebak panas di atmosfer dan menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem. Tidak hanya menyebabkan perubahan iklim, namun juga menyebabkan  polusi pada udara sehingga mengganggu saluran pernapasan manusia.

Melihat ketersediaan minyak bumi yang semakin menipis serta dampak bahaya yang dimilikinya maka penggunaan sumber-sumber energi alternatif yang bersifat terbarukan (Renewable Energy) dan ramah lingkungan perlu diterapkan secepatnya dengan Langkah yang tepat apalagi dengan potensi yang ada di Indonesia tentu pengimplementasiannya lebih mudah.

Seperti program yang telah dilakukan Universitas Telkom dimana mereka telah melakukan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya,setelah dilakukannya pemasangan pembangkit listrik tenaga surya ini diharapkan dapat mengurangi pemakaian listrik PLN di gedung tersebut, pembangkit listrik tenaga surya ini berkapasitas 6.000 VA yang di pasang di rooftop gedung Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom serta Dalam rangka melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan bersifat dinas dan sering digunakan pihak kampus yang di miliki, Universitas Telkom telah melakukan terobosan dengan mengembangkan alat watergazz, yaitu alat yang dipasang pada mesin kendaraan yang akan memperkaya campuran udara dalam mesin kendaraan sehingga diharapkan penggunaan bahan bakar minya menjadi efisien.

Selain memanfaatkan pembuatan energi terbarukan dengan bahan dari alam, Universitas Telkom pun sudah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, mengingat sampah yang di hasilkan oleh Kampus Universitas Telkom lumayan signifikan yang akhirnya di manfaatkan untuk bahan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah,Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung program campus yaitu Green Campus

Dalam KTT-G20 yang berlangsung di Bali juga mengusung tiga pokok bahasan dimana salah satu pokok bahasannya merupakan transisi energi guna menjadikan masa depan yang berkelanjutan dan menangani perubahan iklim ekstrem secara nyata, Presidensi Indonesia mendorong transisi energi menuju energi baru dan terbarukan dengan mengedepankan keamanan energi, kebersihan dan keterjangkauan.

Manfaat penggunaan Renewable Energy

-Penggunaanya yang ramah lingkungan karena dapat mengurangi pencemaran udara dan kerusakan lingkungan.

-Biaya yang dipakai untuk menghasilkan energi cenderung lebih murah karena sumber energinya tersedia di alam,. Serta biaya pemeliharaan atau perawatan yang dibutuhkan lebih hemat.

-Memaksimalkan penggunaan energi terbarukan mendorong masyarakat yang mandiri energi, sebab tidak perlu lagi tergantung pada persediaan atau stok pasokan energi tak terbarukan kepada negara tetangga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Penutup

 

Penggunaan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan juga berarti menyelamatkan lingkungan hidup dari berbagai dampak buruk yang ditimbulkan akibat penggunaan berbagai energi sebelumnya yang tidak ramah lingkungan. Terdapat beberapa sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan yang bisa diterapkan segera di tanah air, seperti bioethanol, tenaga panas bumi, tenaga surya, mikrohidro, tenaga angin,dan sampah/limbah..Kerjasama, koordinasi antar Departemen Teknis serta dukungan dari industry,dinas terkait dan Lembaga Pendidikan yang mampu mengenalkan kepada anak didiknya serta masyarakat sangat penting untuk mewujudkan implementasi sumber energi terbarukan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

-https://greencampus.telkomuniversity.ac.id/energi-terbarukan/

Diakses pada 11 november 2022

-https://infopmb.itpln.ac.id/sudah-paham-apa-yang-dimaksud-energi-terbarukan/

Diakses pada 12 november 2022

 

 

 

 


 
Gambar dari RIYAN SUSANTO
oleh RIYAN SUSANTO - Sabtu, 19 November 2022, 11:00
Siapa pun di dunia

            Energi adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu. Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, tetapi terus mengalir dan berubah wujud dari waktu ke waktu. Semua makhluk hidup dan makhluk tak hidup menerima dan melepaskan energi. Setiap saat, makhluk hidup membutuhkan energi untuk bertahan hidup. Sumber energi utama setiap makhluk hidup adalah makanan. Selain makanan, terdapat banyak sumber energi lain yang dibutuhkan manusia demi menjaga kelangsungan hidupnya, seperti listrik.


            Sejak terjadinya revolusi industri, manusia terus-menerus memanfaatkan energi fosil hingga saat ini. Energi fosil digunakan sebagai pembangkit energi listrik (PLTD), bahan bakar transportasi, bahan bakar mesin-mesin industri, bahan baku aspal, bahan baku pelumas, pelarut, dan masih banyak lagi. Energi fosil memang memberikan banyak manfaat bagi manusia, tetapi juga memberikan dampak bagi kesehatan manusia dan lingkungan yang cukup parah, yaitu polusi. Energi fosil ini tidak bisa terus-menerus digunakan, keberadaannya pun sudah mulai berkurang ditambah lagi harganya yang terus melonjak. Oleh karena itu, kita butuh sumber energi terbarukan sehingga dampak-dampak yang ditimbulkan dari penggunaan energi fosil dapat berkurang secara perlahan. Ada banyak pilihan sumber energi terbarukan, misalnya, cahaya matahari, air, dan angin.


            Indonesia adalah negara dengan iklim tropis yang mendapat pencahayaan yang optimal setiap harinya. Sumber energi terbarukan yang dapat dipertimbangkan adalah cahaya matahari. Alat yang dapat mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik adalah panel surya. Panel surya dapat menyerap 17-19% cahaya matahari yang diterimanya dan diubah menjadi energi listrik DC. Angka tersebut cukup untuk membantu mengurangi ketergantungan listrik yang dihasilkan dari energi fosil. Kemudian, energi listrik yang telah diubah dapat langsung digunakan untuk kebutuhan rumah tangga (sistem on grid) atau disimpan dalam baterai terlebih dahulu sebelum digunakan (sistem off grid). Adapun komponen yang mengatur aliran energi listrik sebelum digunakan disebut Solar Charge Controller (SCC) dan komponen yang mengubah listrik DC menjadi AC disebut inverter. Panel surya memiliki masa pakai sekitar 20 tahun, sedangkan masa pakai baterai sekitar 5 tahun. Artinya, jika kebutuhan listrik 100% disuplai oleh panel surya, maka selama 20 tahun Anda tidak perlu memikirkan masalah tagihan listrik, cukup mengganti baterai setiap 5 tahun sekali.


            Selain cahaya matahari, Indonesia juga mendapat curah hujan yang optimal, artinya ketersediaan air seharusnya tidak menjadi masalah. Bendungan atau aliran sungai yang kontinu dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Prinsipnya sederhana, energi potensial diubah menjadi energi listrik. Aliran air dari bendungan atau sungai dengan ketinggian tertentu dimanfaatkan untuk memutar turbin. Kemudian turbin tersebut memutar serangkaian gear untuk menghasilkan output putaran tertentu dengan frekuensi 50 Hz. Setelah melalui gearbox, output dimanfaatkan untuk memutar alternator. Alternator berfungsi mengonversi putaran menjadi energi listrik. Sistem ini akan terus bekerja selama adanya aliran air, fluktuasi aliran air dapat diatur oleh gearbox.


            Ada beberapa daerah di Indonesia yang mendapat embusan angin yang cukup kencang, misalnya di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Fenomena ini dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Prinsipnya mirip dengan PLTA, energi kinetik pada embusan angin diubah menjadi energi listrik. Aliran udara dari ketinggian tertentu dimanfaatkan untuk memutar baling-baling. Kemudian baling-baling tersebut memutar serangkaian gear untuk menghasilkan output putaran tertentu dengan frekuensi 50 Hz. Setelah melalui gearbox, output dimanfaatkan untuk memutar alternator. Sistem ini akan terus bekerja selama adanya aliran udara, fluktuasi aliran udara dapat diatur oleh gearbox.


            Ada banyak sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan manusia untuk mengurangi penggunaan energi fosil. Dunia mulai memasuki krisis energi fosil. Jadi, pertimbangkanlah, tetap menggunakan energi fosil atau beralih ke sumber energi terbarukan.

[ Mengubah: Sabtu, 19 November 2022, 11:10 ]
 
Siapa pun di dunia

Nama         : Rafif Agusfi

NIM            : 1102223033

Kelas         : EL-46-04

 

                Universitas adalah  Perguruan tinggi yang bergerak dalam bidang Akademik dan menyelenggarakan Pendidikan Vokasi dalam berbagai rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi jika memenuhi syarat. Universitas Telkom atau Telkom University (Tel-U) adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. . . Pada tahun 1994 Telkom University diresmikan oleh presiden Soeharto  menjadi Universitas Telkom. Universitas Telkom digabung pada 14 Agustus 2013 dari empat institusi yang berada di bawah badan penyelenggara Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), yaitu Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom).Universitas telkom menjadi universitas no 1 di Indonesia Menurut THE Asia University Rangkings (THE AUR 2022).

            Saya Rafif Agusfi ingin menuliskan beberapa pendapat saya mengenai 5 topik yaitu Sustainable Development Goals (SGDs) di Telkom University, Kebhinekaan di Telkom University, Gerakan lingkungan di Telkom University, Renewble energi di Telkom University, Pengaturan aturan bermotor di Telkom University.

 

1.       Sustainable Development Goals (SGDs) di Telkom University

 

SGDs di Telkom University yang memiliki tujuan diantaranya Tanpa kemiskinan, Tanpa kelaparan, Kehidupan sehat dan sejahtera, Pendidikan yang berkualitas, Kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak, Energi bersih, Pekerjaan layak dan terjadinya pertumbuhan ekonomi, Industri, Inovasi dan infrastruktur, berkurangnya kesenjangan social, Kota & Komunitas berkelanjutan, konsumsi dan produksi bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, Ekosistem laut, Perdamaian, keadilan, kelembagaan yang Tangguh dan kemitraan untuk mencapai tujuan. Pada intinya SGDs di Telkom University bertujuan untuk mengakhiri guna kemiskinan, mengurangi kesejangan sosial dan untuk melindungi lingkungan, yang diharapkan pada tahun 2030 dapat terwujud.

Sebagai mana mestinya Telkom University menjadi Perguruan Tinggi berupaya menghasilkan output, baik hasil penelitian maupun hasil pengabdian masyarakat, yang diakui kontribusinya oleh internasional. Dan yang paling penting Tel-U berupaya keras untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi dan berdaya saing global. Kewirausahaan dan kreatifitas, yang secara eksplisit telah dijadikan spirit dan tema utama akan mewarnai seluruh perjalanan kemajuan di masa depan.

Tel-U dikenal bukan hanya menghasilkan pemikir cerdas dan kritis, namun juga menghasilkan lulusan yang inovatif dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Tel-U mengembangkan dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik institusi nasional maupun internasional dengan Universitas dan Program Studi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kurikulum, dan mutu lulusan Tel-U, sehingga memiliki ketrampilan dan kompetensi terbaik sesuai dengan bidangnya masing-masing.

 Selain riset, Telkom University juga menyediakan mata kuliah pembelajaran terkait pengembangan teknologi melalui matakuliah Pengenalan Teknik Elektro. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa serta meningkatkan atmosfer penciptaan inovasi yang mendukung pencapaian SDGs. Maka, bukan merupakan suatu hal yang baru lagi saat kita melihat charging station kendaraan listrik dengan mudah dapat ditemukan di jalan atau kompleks perumahan. Bahkan, sudah banyak hasil karya mahasiswa Tel-U yang dapat kita saksikan berupa mobil listrik dan lain sebagainya.

 

2.Kebinekaan di Telkom University

      Di Telkom University saya menemukan beberapa ragam suku,ras,agama,daerah,dan latar belakang yang berbeda beda. Hubungan pertemanan diperbedaan itu sangat baik dan seperti saudara,yang artinya perbedaan dilingkungan Telkom University sangat baik dan tidak ada rasis atau saling menjelekkan.

 

3.Gerakan lingkungan di Telkom University

      Saya mencari disumber lama internet Berdasarkan pemeringkatan Universitas Indonesia Green Mtetic (UIGM) Telkom University menempati peringkat ke-9 di Indonesia dan menempati posisi ke 123 di Dunia sebagai Kampus Hijau ditahun 2020.

 

Perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam pengembangan sumber daya dan teknologi. Untuk mencapai world class campus perguruan tinggi juga perlu mempertimbangkan kampus ramah lingkungan atau eco-campus. Dengan kurikulum yang komprehensif, mahasiswa akan belajar melalui simulasi, eksperimen, dan prototyping teknik energi berbasis komputer. Mahasiswa akan belajar manajemen sumber daya pengolahan bahan baku, pembangkit listrik, efisiensi energi, dan konservasi. Siswa akan terlibat dalam proyek eksperimental dari skala percontohan hingga skala industri dan dilengkapi dengan kewirausahaan teknik melalui kursus manajemen energi dan uji coba pra-komersial.

Di Telkom University sudah menerapkan hal yang diatas sehinga udara dilingkungan Telkom University sangat bersih dan banyak pepohonan,yang bisa menyerap berbagai sumber polusi yang ada disekitaran Telkom University.

 

4.Renewble Energi di Telkom University

            Renewble energy merupakan energi yang alamiah seperti Sinar matahari, angin, geothermal, hydropower, surya dan biomasa yang memiliki tujuan menjaga kestabilan suhu bumi sehingga dapat mencegah perubahan iklim dan mampu meningkatkan ketahanan energi. Di Telkom University telah menerapkan ini contohnya ada stop kontak tenaga surya yang berada di dekat Alumni Coffe didepan Oplib.Saran saya Sebaiknya Telkom University lebih banyak menggunakan Renewble Energi ini seperti pembangkit listrik tenaga angin,pembangkit listrik tenaga air,dan lain lain.

 

            5.Peraturan aturan bermotor di Telkom University

                        Telkom University membebaskan mahasiswanya mengendarai sepeda motor kekampus dan disediakan beberapa parkiran.

            Namun menurut saya sangat prihatin melihat jalanan yang ada didalam Telkom University maupun disekitaran kampus,yang banyak lubang dan dapat menyebabkan kecelakan. Dan diparkiran juga belum tertata rapi,saran saya untuk parkiran asrama hendaknya diberi atap agar kendaraan yang ada disana tidak kehujanan dan kepanasan sehingga membuat pengendara merasa aman dan nyaman.


 
Gambar dari SITY AZZIZAH SALWA SATMOKO
oleh SITY AZZIZAH SALWA SATMOKO - Sabtu, 19 November 2022, 02:09
Siapa pun di dunia

Universitas merupakan  Perguruan tinggi yang bergerak dalam bidang Akademik dan menyelenggarakan Pendidikan Vokasi dalam berbagai rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi jika memenuhi syarat. Pada tahun 1994 Telkom University diresmikan oleh presiden Soeharto  menjadi Universitas Telkom, yang dulunya merupakan Sekolah tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom). Kini Telkom University atau yang kita sering sebut Tel-U menjadi Univesitas swasta no 1 di Indonesia, Menurut THE Asia University Rangkings (THE AUR 2022).

            Saya sebagai mahasiswi baru di Telkom University ingin sedikit memaparkan pendapat saya mengenai 5 topik yaitu Sustainable Development Goals (SGDs) di Telkom University, Kebhinekaan di Telkom University, Gerakan lingkungan di Telkom University, Renewble energi di Telkom University, Pengaturan aturan bermotor di Telkom University.

1. Sustainable Development Goals (SGDs) di Telkom University

              Topik pertama yang akan saya angkat adalah SGDs di Telkom University yang memiliki tujuan diantaranya Tanpa kemiskinan, Tanpa kelaparan, Kehidupan sehat dan sejahtera, Pendidikan yang berkualitas, Kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak, Energi bersih, Pekerjaan layak dan terjadinya pertumbuhan ekonomi, Industri, Inovasi dan infrastruktur, berkurangnya kesenjangan social, Kota & Komunitas berkelanjutan, konsumsi dan produksi bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, Ekosistem laut, Perdamaian, keadilan, kelembagaan yang Tangguh dan kemitraan untuk mencapai tujuan. Pada intinya SGDs di Telkom University bertujuan untuk mengakhiri guna kemiskinan, mengurangi kesejangan sosial dan untuk melindungi lingkungan, yang diharapkan pada tahun 2030 dapat terwujud.

            Menurut saya masih cukup banyak point diatas yang belum terpenuhi, salah satunya adalah Kesetaraan Gender. Menurut Sdgs.bappenas.go.id, Kesetaraan gender merujuk pada suatu keadaan setara antara laki laki dan perempuan. Karna saya sebagai Mahasiswi Teknik Elektro masih banyak mendengar kalimat pertanyaan, “Mengapa kamu sebagai perempuan masuk ke Prodi Teknik elektro?”, seolah jurusan Teknik hanya diperuntukan untuk laki laki. Dan saya rasa kita semua masih harus mematahkan stigma tersbut.


2. Kebhinekaan di Telkom University

            “Berbeda tetapi tetap satu jua” merupakan arti dari kebhinekaan. Menurut saya pada point ini sudah baik karena pada lingkungan Telkom University sendiri saya menemukan teman yang berasal dari latar belakang, daerah, agama, suku dan ras  yang berbeda. Itu sudah cukup membuktikan di lingkungan Telkom University sudah mempunyai nilai Kebhinekaan yang sangat baik.


3. Gerakan lingkungan di Telkom University

              Berdasarkan pemeringkatan Universitas Indonesia Green Mtetic (UIGM) Telkom University menempati peringkat ke-9 di Indonesia dan menempati posisi ke 123 di Dunia sebagai Kampus Hijau ditahun 2020. Dalam mencapai tujuan tersebut Pihak Telkom University berdiskusi dengan pihak UIGM yang diadakan pada kamis, 18 November 2022 secara daring. Wakil Rektor bidang Sumber Daya, Andiko Tjahjono menyampaikan “Tujuan kami selain memberi manfaat dalam dunia pendidikan akademik, kami juga ingin bermanfaat untuk masyarakat sekitar, salah satunya adalah dengan memberikan lingkungan sekitar kampus yang asri sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas”

            Menurut saya apa yang dikatakan oleh Bapak Andiko Tjahjono, Wakil Rektor bidang sumber daya sudah cukup dijalankan dengan baik karena apa yang kita lihat dilingkungan Telkom University sudah banyak Pohon hingga lingkungan Telkom University tidak gersang,  sudah dapat bisa dinikmati oleh Masyarakat luas terutama warga Telkom University, dapat menghasilkan oksigen yang leih baik dan dapat mengurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh knalpot kendaraan roda 4 maupun roda 2.

       

4. Rewble Energi di Telkom University

              Renewble energy merupakan energi yang berasal dari alamiah seperti Sinar matahari, angin, geothermal, hydropower, surya dan biomasa yang memiliki tujuan menjaga kestabilan suhu bumi sehingga dapat mencegah perubahan iklim dan mampu meningkatkan ketahanan energi. Menurut saya Telkom University telah melakukan Renawble energy ini dengan baik karena telah menciptakan inovasi baru dan memanfaatkan energy selain dari listrik, dengan contoh Pembangkit listrik tenaga surya, Pembangkit listrik tenaga angin dan Pembangkit listrik tenaga sampah.

5. Pengaturan aturan bermotor di Telkom University

              Telkom University memperbolehkan mahasiswa/I nya membawa kendaraan dan sudah disediakan lahan untuk memparkirkan kendaraannya.

            Namun dari sudut pandang saya, Parkiran motor masih harus menjadi sorotan dikarenakan parkiran sangat tidak tertata dan jika hujan akan banyak genangan air yang membuat pengguna motor akan malas membawa motornya ke daerah kampus dan dapat membahayakan keselamatan para pengguna motor.

           


[ Mengubah: Sabtu, 19 November 2022, 02:13 ]
 
Gambar dari SANTO FRANSISKUS PANJAITAN
oleh SANTO FRANSISKUS PANJAITAN - Sabtu, 19 November 2022, 01:49
Siapa pun di dunia

NAMA : SANTO FRANSISKUS PANJAITAN
NIM     : 1102220046
KELAS  : EL-46-04


SGDs di Telkom University

Tujuan dari pembangunan ini merupakan aksi global yang di sepakati oleh seluruh pemimpin dunia termasuk negara kita tercinta Indonesia,tujuan ini dilakukan guna menghindari angka kemiskinan dan angka pengangguran dan menglindungi lingkungan.dapat kita lihat aksi SGDs ini berisi 17 tujuan dan 169 target yang di harapkan  dapat di capai tahun 2030.kampus kita Telkom university juga ikut sejalan dengan tujuan dari SGDs ini guna memajukan Indonesia melalui kesenjangan Pendidikan dalam pengabdian,hal ini yang sedang di lakukan kampus Telkom university dalam menunjang Pendidikan di Indonesi.


Kebihnekaan di Telkom university

Kita tau dinegara kita ini kebihnekaan sangatlah kuat karna itu semboyan kita “Bhin neka tunggal ika” yaitu berbeda-beda tetap satu juga yang artinya kita itu berbeda-beda dengan berbagai suku,ras, dan agama. Dan kampus Telkom juga mengambil peran dalam menanamkan nilai-nilai bhinekaan dalam aspel-aspek kecil dengan saling menghargai,toleransi yang besar, dan kegiatan-kegiatan seperti UKM yang membentuk mahasiswa yang memiliki hubungan sosial yang baik. Kebhinekaan juga diterapkan oleh seluruh civitas yang bekerja di lingkungan Tel-U. Contohnya adalah saling menghargai dan menghormati antar civitas, sehingga tidak ada kesenjangan sosial antara mahasiswa dan dosen dengan pekerja yang bekerja di Telkom University.


Gerakan lingkungan di Telkom University

Telkom University merupakan kampus swasta terbaik di Indonesia. Pastinya Telkom University mempunyai fasilitas yang baik dalam menunjang segi pembelajaran, bahkan bukan saja dalam segi akademik tetapi Telkom University juga memiliki fasilitas yang baik dalam bidang non-akademik. Tapi kita tau yang nama nya sempurna tidak ada di dunia ini sama seperti kampus TELKOM UNIVERSITY di balik progres nya ada juga kekurangan nya yang kita liat adalah akses jalan yang banyak rusak yang mengganggu kenyamanan Bersama.
selain itu juga yang dapat kita liat adalah parkiran yang rusak dan penantaan kendaran yang masih berantakan dan kadang banjir dikala musim hujan yang mengganggu aktifitas ke parkiran,ini lah yang diharapkan oleh mahasiswa/I supaya di perbaiki demi kenyamanan Bersama dalam menggunakan parkiran.


Renewable di Telkom university

 

 Renewable energy atau energi terbarukan ini punya banyak sekali manfaat, diantaranya adalah minim gas rumah kaca, hemat biaya, mengurangi kerusakan lingkungan, sifatnya berkepanjangan,dll. Maka dari itu sudah banyak pihak yang menggunakan energi terbarukan atau renewable energy seperti telkom univeristy yang sudah menjalankan beberapa program untuk mendukung net zero 2060. Di bidang renewable energy, Telkom University telah melakukan penelitian di bidang energi terbarukan seperti solar power plan dan pembangkit listrik tenaga angin.

Begitu juga kampus Telkom yang menggunakan seperti panel tenaga surya yang di buat oleh mahasiswa/I Telkom university guna menunjang kemampuan dan mengasah kemampuan dan sekalian memajukan karya-karya anak bangsa.dan masih banyak lagi.

Ada juga yang menggunakan hasil Telkom University memanfaatkan sampah sampah yang ada, dari sampah organik maupun anorganik. Pembangkit listrik tenaga sampah yang digunakan oleh Telkom University ini adalah Incenerator Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.   Pembangkit Listrik energi terbarukan dari Telkom University ini adalah langkah yang sangat bagus demi mengurangi emisi, dan bisa mencegah terjadinya perubahan iklim. Renewable energy ini juga bisa mengehemat biaya dan perawatan lebih mudah dan murah dibanding  Pembangkit listrik konvensional. 


Tentang penggunaan kendaran bermotor

Dikampus Telkom sendiri telah juga sangat ketat soal penggunaan kendara bermotor dapat kita liat seperti ketegasan satpam yang bertugas saat mengatur dan menegor mahasiswa/I saat menggunakan kendaraan.baik dari hal-hal kecil diperhatikan sekali oleh satpam,dan penggunaan kendaran tidak diperbolehkan masuk ke asrma bahkan anak asrama saja tidak diperbolehkan demi menjaga ketertiban dan agar menjadi cotoh ke tamu yang dating berkunjung atau pun tukang ojek atau kurir lain agar selalu melapor ke satpam ada kerpeluan apa.hal ini guna menghindara hal- hal yang tidak kita inginkan dan demi kenyamanann kita Bersama




 


 
Gambar dari EZRA YUSUF ZAHPUTRA
oleh EZRA YUSUF ZAHPUTRA - Sabtu, 19 November 2022, 00:43
Siapa pun di dunia


Nama    :    Ezra Yusuf Zahputra
Kelas    :    EL 46 04
NIM     :    1102223263



1. SGDs Telkom University

SDGs berisi 17 Tujuan dan 169 Target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Ke 17 tujuan tersebut berisikan tentang  Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Berkualitas, Kesetaraan Gender, Air Bersih dan Sanitasi Layak, Energi Bersih dan Terjangkau, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Industri Inovasi dan Infrastruktur, Berkurangnya Kesenjangan, Kota & Komunitas Berkelanjutan, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, Penanganan Perubahan Iklim, Ekosistem Laut, Ekosistem Daratan, Perdamaian Keadilan Kelembagaan yang Tangguh, dan Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.

 Dari 17 tujuan di atas, tujuan yang menurut saya belum terpenuhi yakni, Tanpa Kemiskinan, dan Energi Bersih dan Terjangkau. Mengapa hal tersebut bisa saya katakan, karena dari pengalaman saya bertempat tinggal di kos dekat kampus, dari segi konsumsi misalnya, harga yang di tawarkan cukup tinggi untuk dompet  mahasiswa, sebagai contoh makanan di sekitar kampus cukup relatif mahal. Saya dapat memberikan saran agar segera di penuhi kedua tujuan tersebut. 

2. Kebhinekaan di Telkom University

Indonsia yang terdiri dari beragam budaya.  Walaupun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang beraneka ragam namun semuanya merupakan suatu kesatuan NKRI. Para tokoh bangsa sendiri kemudian menyadari tantangan yang harus mereka hadapi karena kemajemukan tersebut. Keberagaman ini kemudian menjadi realitas yang tak dapat dihindari adanya. Ke Bhinnekaan sebagai sebuah hakikat realitas yang sudah ada dalam bangsa, sedangkan ke Tunggal Ika-an merupakan cita-cita kebangsaan.

Bhineka Tunggal Ika dalam Telkom University dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, misalkan dari hal-hal kecil yang mempunyai arti besar seperti bermusyawarah jika ada perbedaan pendapat, saling membantu sesama, menghargai adanya perbedaan, dan menyadari bahwa kita semua adalah satu Indonesia. Tidak hanya itu para mahasiswa juga menerapkan perilaku toleransi, keadilan yang setara, dan gotong royong. Dengan itu kehidupan di kampus Telkom University akan berjalan dengan tentram dan sejahtera.

3. Gerakan Lingkungan di Telkom University

Seperti yang kita ketahui, lingkungan di Telkom university ini terlihat hijau, karena dipenuhi dengan banyak tumbuhan tetapi tidak semuanya kelihatan asri, karena masih ada beberapa tempat yang masih terdapat sampah, contohnya seperti di parkiran motor GKU dan tempat parkir motor atau mobil di dekat learning center.

Tidak hanya masalah sampah, ada juga beberapa tempat yang kebersihannya masih kurang, seperti di kamar mandi di GKU dan kamar mandi di learning center. Lantai di kamar mandi tersebut terlihat begitu kotor, wc nya pun terlihat kotor dan bau, sehingga orang yang ingin ke toilet itu menjadi tidak nyaman. Ada juga beberapa tempat yang seharusnya terdapat tong sampah tetapi tidak ada malahkan hanya terlihat besi tempat sampahnya aja.

Setelah kita melihat beberapa kendala dan problem yang terdapat di Telkom university, kali ini saya akan memberi beberapa saran  terkait masalah ini. Hal yang pertama yaitu memberi tambahan tong sampah di beberapa tempat yang masih kosong. Alasan sederhana mengapa banyaknya sampah di jalan itu karena kurangnya tempat sampah di beberapa tempat dan akhirnya membuang sampah di sembarang tempat. Ketika sampah yang berserakan di jalan itu mulai berkurang, maka lingkungan di sekitar menjadi lebih asri dan sehat.

4. Renewable Energy di Telkom University

Renewable energy sangat penting di era sekarang ini, karena hal ini dapat menjaga kestabilan bumi. Renewable  energy juga dapat mencegah perubahan iklim yang ekstrem. Selain itu, renewable energy juga lebih murah daripada energi fosil dalam jangka panjang.

Telkom University telah melakukan penelitian di bidang energi terbarukan seperti solar power plan dan pembangkit listrik tenaga angin.    Telkom university telah melakukan terobosan terobosan di bidang renewable energy. Beberapa ciptaan sumber - sumber energi terbarukan /  renewable energy dari telkom university seperti;  pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga angin dan juga pembangkit listrik tenaga sampah.

5. Pengaturan Penggunaan Kendaraan Bermotor di Telkom University

Menurut saya pengaturan penggunaan bermotor di Telkom University sudah cukup baik. Tetapi masih ada beberapa yang perlu diperbaiki. Seperti tempat parkir motor yang kurang luas dan relatif jauh dari beberapa gedung seperti TULT dan gedung cacuk. Kemudian masih terdapat banyak pengendara sepeda motor di kawasan Telkom University yang masih melanggar peraturan seperti melanggar rambu-rambu yang ada. Selain itu masih banyak yang parkir di area kantin pria dan juga di depan ATM center gate 2 meskipun di area tersebut dilarang untuk parkir, bahkan sudah ada rambu- rambunya.

Maka menurut saya beberapa hal yang tadi saya sebutkan masih perlu diperbaiki. Misalnya dengan menmbah parkiran di sekitar TULT dan memperketat peraturan dan penjagaan agar lebih tertib dan tidak ada lagi pelanggaran aturan yang sudah di tetapkan.


[ Mengubah: Sabtu, 19 November 2022, 00:51 ]
 
Gambar dari ARYA WIBAWA BAYU LAKSITA
oleh ARYA WIBAWA BAYU LAKSITA - Jumat, 18 November 2022, 22:56
Siapa pun di dunia

Tugas Pembentukan Karakter

 

Nama : Arya Wibawa Bayu Laksita

Kelas : EL 46 04

Nim : 1102223082

 

 

1.    Wujudkan SDGs di Lingkungan Perguruan Tinggi

 

TUJUAN pembangunan berkelanjutan (TPB) atau sustainable development goals (SDGs) menjadi agenda global yang melibatkan 193 negara anggota PBB, termasuk Indonesia. TPB merupakan komitmen global yang terdiri atas 17 goals utama yang agendanya disepakati pada UN Conference on Sustainable Development 2012. Secara umum fokus goals itu untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi bumi atau lingkungan, serta memastikan pada tahun 2030 tercapai kesejahteraan dan kedamaian di dunia. Dengan demikian, hanya kurang dari delapan tahun TPB atau SDGs akan berakhir. Sebelum agenda SDGs ini disepakati, sejak 2000–2015 masyarakat dunia telah mengenal millennium development goals (MDGs). Agenda-agenda besar tersebut menjadi kesepakatan bersama secara global untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dunia.

 

Di tengah keterbatasan ini, perguruan tinggi hadir sebagai salah satu institusi penting dalam membantu mempercepat tercapainya ke-17 tujuan SDGs. Khususnya melalui penerapan tridarma perguruan tinggi, yaitu melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di Indonesia sendiri, pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kemen PPN/Bappenas) secara umum mengelompokkan ke-17 goals SDGs ini ke dalam empat pilar. Yaitu (1) Pilar pembangunan sosial; (2) Pilar pembangunan ekonomi; (3) Pilar pembangunan lingkungan; dan (4) Pilar pembangunan hukum dan tata kelola. Dalam rangka mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 Tujuan dan 169 Target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Universitas Telkom sebagai lembaga Pendidikan Tinggi memiliki visi yang sejalan dengan tujuan pembangunan keberlanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), turut berpartisipasi dalam mewujudkan tujuan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Program ini mengajak mahasiswa di seluruh kampus Telkom University agar terlibat dan turun langsung membantu memberikan solusi terhadap masalah sosial masyarakat melalui inovasi digital yang aplikatif dan memiliki keterkaitan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) sehingga tercipta kemanfaatan sosial dan peningkatan ekonomi yang terukur. Rektor Telkom University sekaligus Ketua APERTI BUMN, Prof. Adiwijaya dalam sambutannya mengatakan, Innovillage sejalan dengan program Pemerintah yang merupakan salah satu inovasi di bidang pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa. “Program Innovillage ini diinisasi sejak dua tahun yang lalu, dan saat ini pelaksanaannya memasuki tahun ketiga. Program ini juga sejalan dengan gagasan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang diimplementasikan dan diadopsi pada sistem pembelajaran dalam kurikulum oleh perguruan tinggi.” kata Adiwijaya Di tengah-tengah acara juga hadir memberikan testimoni Prof. Panut Mulyono selaku Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Prof. Zainal Hasibuan selaku Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM), dan Teddy Indira Budiwan selaku Ketua Indonesia Career Center Network (ICCN).

 

Sebagai mana mestinya Telkom University menjadi Perguruan Tinggi berupaya menghasilkan output, baik hasil penelitian maupun hasil pengabdian masyarakat, yang diakui kontribusinya oleh internasional. Dan yang paling penting Tel-U berupaya keras untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi dan berdaya saing global. Kewirausahaan dan kreatifitas, yang secara eksplisit telah dijadikan spirit dan tema utama akan mewarnai seluruh perjalanan kemajuan di masa depan. Tel-U dikenal bukan hanya menghasilkan pemikir cerdas dan kritis, namun juga menghasilkan lulusan yang inovatif dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Tel-U mengembangkan dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik institusi nasional maupun internasional dengan Universitas dan Program Studi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kurikulum, dan mutu lulusan Tel-U, sehingga memiliki ketrampilan dan kompetensi terbaik sesuai dengan bidangnya masing-masing. Selain riset, Telkom University juga menyediakan mata kuliah pembelajaran terkait pengembangan teknologi melalui matakuliah Pengenalan Teknik Elektro. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa serta meningkatkan atmosfer penciptaan inovasi yang mendukung pencapaian SDGs. Maka, bukan merupakan suatu hal yang baru lagi saat kita melihat charging station kendaraan listrik dengan mudah dapat ditemukan di jalan atau kompleks perumahan. Bahkan, sudah banyak hasil karya mahasiswa Tel-U yang dapat kita saksikan berupa mobil listrik dan lain sebagainya.

 

Pertanyaannya sekarang adalah apakah itu semua sudah memberi dampak bagi lingkungan sekitar terhadap semua kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs? Jawabannya tentu belum. Namun, minimal sudah ada indikator-indikator penilaian dari aktivitas perguruan tinggi yang memiliki keterkaitan dengan agenda-agenda SDGs. Telah ada berbagai macam indikator untuk menilai kontribusi kampus terhadap pencapaian SDGs di Telkom University. Sedikitnya ada tiga kontribusi dan aksi nyata yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia bersama perguruan tinggi. Pertama, dalam hal pendidikan. Perguruan tinggi harus memastikan bahwa materi tentang SDGs masuk dalam kurikulum kampus. Jika memungkinkan, program studi khusus tentang sustainability perlu dibuka. Kedua, joint research SDGs bersama pemerintah pusat dan daerah. Penelitian dari para pakar SDGs dapat ditindaklanjuti dengan menghasilkan kontribusi dan aksi nyata yang berdampak baik kepada masyarakat. Ketiga, pionir pengelolaan organisasi bernuansa SDGs. Perguruan tinggi dapat menjadi contoh tata kelola organisasi yang berorientasi pada SDGs. Dengan adanya kolaborasi ini, harapannya kontribusi perguruan tinggi di Indonesia terkait SDGs dapat maksimal. Tentunya hal itu juga harus ditunjang dengan kolaborasi internasional, terutama terkait dengan inovasi dan teknologi agar pencapaian tujuan SDGs dapat terealisasi pada tahun 2030.

 

Referensi :

·         https://www.jawapos.com/opini/24/05/2022/aksi-nyata-perguruan-tinggi-mewujudkan-sdgs/

·         https://www.esaunggul.ac.id/wujudkan-sdgs-di-lingkungan-perguruan-tinggi-ueu-bekerjasama-dengan-bank-dki-dan-bapennas/

·         https://telkomuniversity.ac.id/sdgs/

·         https://mediaindonesia.com/humaniora/474177/kalbis-institute-implementasikan-sdgs-dalam-lingkungan-kampus

 

2.    Kebhinekaan di Lingkungan Telkom University

Sebagai bangsa yang multikultur, Indonesia memiliki ribuan suku, bahasa daerah, dan kaya akan kebudayaan. Diantara keberagaman itu, ruang lingkup kampus menjadi salah satu miniatur yang cukup ideal untuk memperlihatkan kebhinekaan, terlebih mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Tel-U berasal dari hampir seluruh wilayah di Indonesia. Menurut saya sebagai insan yang baru menyandang predikat sebagai mahasiswa menjadi kewajiban esensi dan dinamika kehidupan masyarakat dalam lingkungan pendidikan tinggi, dalam rangka itulah sangat dibutuhkan proses pengenalan dan penyesuaian bagi para mahasiswa/i baru yang nantinya akan menjalani proses perkuliahan.

 

Wawasan nusantara ini adalah sebuah wawasan kebangsaan, yang mengajarkan kita bahwa bangsa ini terdiri atas bagian fisik dan non fisik. bagian non fisik tersebut meliputi manusia atau bangsanya itu sendiri, lokasi tempat tinggal, dan segala sumber daya yang dimiliki dimana mereka mendiaminya. Interaksi manusia dengan lingkungan tempat tinggalnya menentukan cara mereka dalam memandang sebuah masa depan, mulai dari mengambil keputusan, memenuhi keputusan hingga mempertahankan diri. Kampus, menjadi salah satu symbol dimana keberagaman itu berada. Dimana mahasiswa yang berkuliah berasal dari wilayah yang berbeda, tumbuh dan bergaul dalam budaya yang berbeda. Perbedaan inilah yang menjadikan kampus sebagai ajang merajut kebhinekaan, dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Referensi :

·         https://www.merdeka.com/pendidikan/yai-kenalkan-kehidupan-kampus-yang-dibingkai-nilai-pancasila-dan-kebhinekaan.html

·         https://kemahasiswaan.itb.ac.id/welcome/tampil_berita/657/memaknai-keberagaman-indonesia-pada-ruang-lingkup-kampus

 

3.    Renewable energy di TelU

Perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam pengembangan sumber daya dan teknologi. Untuk mencapai world class campus perguruan tinggi juga perlu mempertimbangkan kampus ramah lingkungan atau eco-campus. Dengan kurikulum yang komprehensif, mahasiswa akan belajar melalui simulasi, eksperimen, dan prototyping teknik energi berbasis komputer. Mahasiswa akan belajar manajemen sumber daya pengolahan bahan baku, pembangkit listrik, efisiensi energi, dan konservasi. Siswa akan terlibat dalam proyek eksperimental dari skala percontohan hingga skala industri dan dilengkapi dengan kewirausahaan teknik melalui kursus manajemen energi dan uji coba pra-komersial.

 

Hal tersebut dapat dimulai dari gerakan hemat energi dengan menggunakan panel surya, adanya green building, dan berbagai biofuel yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Potensi biofuel ini sangat baik jika dapat dimanfaatkan oleh kampus bukan hanya untuk menghemat energi, namun juga untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam perancangan bangunan baru, Telkom Unoversity mengikut sertakan berbagai tenaga peneliti dan riset ahli untuk menciptakan perencanaan tekhnologi yang ramah lingkungan serta hemat energi.

Referensi :

·         https://www.prasetiyamulya.ac.id/program-s1/s1-teknik-energi-terbarukan/

·         https://www.ugm.ac.id/id/berita/21295-langkah-ugm-mewujudkan-green-campus-berbasis-energi-surya

 

4.    Gerakan Lingkungan di TelU

Lingkungan  menjadi tempat dimana manusia hidup dan beraktivitas. Oleh karena itu, lingkungan adalah  salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan manusia. Segala aktivitas yang berjalan dengan lancar dan baik salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan yang sehat akan memberikan dampak positif bagi manusia dan lingkungan yang kotor juga akan memberikan dampak negatif bagi manusia.    Kampus merupakan tempat bagi para mahasiswa untuk menuntut ilmu dan melakukan berbagai aktifitas sehingga tak jarang mereka menjadikan kampus sebagai rumah kedua bagi mahasiswa. Maka dari itu, peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan indah. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat mahasiswa dan dosen bisa terhidan dari penyakit.

 

Maka dari itu, mulailah membuat perubahan dari diri sendiri, kemudian lakukan pendekatan dengan orang sekitar secara perlahan agar semua orang disektiar kita mau untuk menjaga lingkungan. Hal ini memang tidak mudah, namun kita bisa memberikan pemahaman-pemahaman kecil yang bisa merubah cara berpikir orang lain. Tidak harus menjadi orang besar untuk membuat sebuah perubahan yang baik untuk lingkungan di sekitar kita. Jadilah Mahasiswa dengan tingkat kepekaan terhadap lingkungan karena peninggalan terbaik kita kepada masa depan adalah lingkungan yang terjaga dan nyaman.

Referensi :

·         http://metala.ukm.ums.ac.id/2020/09/peran-penting-mahasiswa-dalam-menjaga.html

·         https://www.kompasiana.com/anggunniken12/6188af7d06310e07177e1d03/peranan-mahasiswa-dalam-gerakan-penghijauan

 

5.    Peraturan Penggunaan Kendaraan Bermotor di Telkom University

Semua mahasiswa di Kawasan kampus Telkom University sangat membutuhkan kendaraan bermotor untuk beraktifitas dan membutuhkan mobilitas untuk kemana-mana. Untuk para mahasiswa yang asrama pasti juga memerlukan kendaraan bermotor untuk pergi keluar lingkungan kampus. Akan tetapi kampus memiliki aturan tersendiri yang dimana setiap mahasiswa yang membawa kendaraan bermotor baik itu motor roda 2 atau mobil harus memarkirkan kendaraannya yang sudah disediakan. Namun disamping aturan itu terdapat banyak keluh kesah para mahasiswa, salah satunya dan mungkin paling banyak adalah insfrastruktur akses keluar masuk parkiran yang sudah mulai rusak, serta Ketika malam hari atau saat suasana gelap masih kurangnya penerangan di area parkiran.

 
Siapa pun di dunia

Kelompok 13 kelas IF-46-GAB0910

Anggota :

1. RIZALDY AGUNG DEPUTRA 1301223352

2. MUHAMMAD RIFQI RABBANI 1301223453

3. TEGAR AQIL GUNAWAN 1301220032

4. DAFFA ZAHY KHAIRY 1301220339

5. MARCHIANO AULIA FARAITODY 1301220146

[ Mengubah: Jumat, 18 November 2022, 22:44 ]